Nelongso dan Melas, benarkah ini obatnya..?

Menurut pendapat anda apakah kata yang tepat untuk mendefinisikan raut wajah foto tersebut diatas, Nelongso atau melas..? kayaknya nelongso hingga akhirnya melas

Nelongso
Nelongso menurut kamus bahasa indonesia adalah Sedih atau kosong, kalau saya kira-kira adalah sebuah kondisi dimana kita seakan ada dalam jalan yang tidak sesuai dengan harapan dan akhirnya merasa bingung harus berbuat apa.
Biasanya setelah saya mengalami hati nelongso wajah saya sering berubah menjadi melas.

Melas
Melas menurut Kamus besar bahasa Indonsia adalah menimbulkan rasa belas kasihan yaitu Berasal dari bahasa Jawa ,Adjektiva (kata sifat).

Sedikit cerita biasanya kalau saya pribadi merasakan nelongso  maka dengan berbagai cara saya akan berusaha menghibur diri, mencari  teman NGOPI dan ngobrol hingga lupa dengan penyebab nelongso tersebut .
Tapi karna Nelongso bisa datang sewaktu -waktu tanpa mengenal waktu dan kondisi misalnya saat malam hari tentu sangat tidak baik kalau dibuat nongkrong atau nyari teman ( mosok jam 1 arep gugah-gugah konco ngjak ngopi...? ) mesti saru khan...
Bila rasa nelongso,gundah dan sedih datang ditengah malam biasanya saya mmbaca ini , saya baca sampai tidur dan paginya biasanya rasa nelongso tersbut sudah tak terasa lagi.
inilah kalimat yang saya baca :
 "ALLAAHUMMA SHALLI 'ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN TIBBIL QULUUBI WADAWAAIHAA WA'AAFIYATIL ABDAANI WASYIFAAIHAA WANUURIL ABSHAARI WADLIYAAIHAA WAQUWWATIL AJSAADI WAL ARWAAHI WAGHIDAA IHA WA'ALAA AALIHI WASHAHBIHI AJMA'IIN"

Kalimat tersebut diatas merupakan kalimah Shalawat, yang biasanya disebut Shalawat Tibbil Qulub, berdasarkan namaya saja sudah jelas, shalawat ini bisa menjadi obat hati yang lagi gundah gulana, nelongso dan sejenisnya.
kalau anda merasa lebih nyaman dengan mendengarkan, sholawat tersebut bisa dilihat dan didengarkan di video bawah ini:


Manfaat shalawat sendiri sudah tidak dapat di ragukan lagi
ada komentar dari Heru alha print di y2pin.blogspot.co.id

Pernah terjadi seseorang mengajukan suatu pertanyaan yang menyulitkan kepada Sayyid Muhammad bin Alawy bin Abbas al-Maliki, ulama tersohor Mekkah. Sebuah pertanyaan aneh, bukan bermaksud dan bertujuan untuk mengolok, menyudutkan, ataupun menghina. Sayyid Muhammad al-Maliki tahu orang ini tidak suka shalawatan, Maulidan, maupun pengajian. Pertanyaannya adalah, "Allah sekarang sedang ngapain?"

Maka dijawab oleh Sayyid Muhammad dengan penuh keilmuan dan penuh hikmah. "Tahu sekarang Allah lagi ngapain? Allah sekarang lagi bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Dalilnya adalah surat al-Ahzab ayat 56:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya senantiasa bershalawat untuk Nabi (SAW.). Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Yushalluna di sini masuk ke dalam fi'il mudhari' atau present tense di dalam bahasa Inggris, yang mengandung arti senantiasa (sedang dan seterusnya) bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw.
Al-Imam al-Habib Thahir bin Husin al-Haddad bershalawat atas Nabi Muhammad Saw. setiap harinya 25.000 kali.
(Sumber cerita: Al-Habib Jindan bin Novel bin Jindan)


 

Related Posts: