Lyrik lagu, MP3 dan Video Terminal Rajekwesi Bojonegoro

Tak ubahnya alun- alun Bojonegoro, treteg kali kethek ataupun waduk pacal, terminal Rajekwesi juga menjadi topik nyanyian lagu Daerah Bojonegoro.
Terminal Rajekwesi sendiri merupakan terminal bus tipe A yang terletak di Jl. Veteran Bojonegoro, tepatnya di Desa Sukorejo Kabupaten Bojonegoro. Terminal ini melayani angkutan Desa, angkutan kota, angkutan kota dalam propinsi maupun angkutan kota antar propinsi.


Dahulu kala Terminal Rajekwesi terletak di Jl. Rajekwesi Bojonegoro, namun sekarang sudah di pindah ke Jl. Veteran dan bekas Terminal yang lama sekarang dijadikan taman, dengan nama Taman Rajekwesi.
Saat ini taman Rajekwesi masih dalam tahap terus dibenahi dan pengunjungnyapun sudah mulai ramai


Lagu Terminal Rajekwesi cukup terdengar merdu dan sangat menginspirasi, melihat video klipnya bisa membuat kita menjadi terbayang pada masa- masa waktu kita masih sering naik bus, dihiasi dengan beberapa penjual koran dan asongan serta beberapa pengamen . berikut adalah video klipnya terminal rajekwesi yang dinyanyikan oleh artis campursari yang cukup kondang, Cak Dikin

untuk lyrik lagunya adalah sebagai berikut :

Terminal Rajekwesi
Biyen kang dadi saksi
Pamit makaryo
lungo suroboyo 
angen-angene pingin urip mulyo

Wis setahun lawase
ora ono kabare
jare nang kono
uripmu rekoso
ndang balio, balio bojonegoro

Yen pingin, pingin, pingin urip mulyo...
masio nang ndeso koe yo biso
Yen pingin, pingin, pingin urip rejo...
nang bojonegoro koe yo biso

mulo....ndang balio
ilingo aku isih tetep tresno... 

Wis setahun lawase
ora ono kabare
jare nang kono
uripmu rekoso
ndang balio, balio bojonegoro

Yen pingin, pingin, pingin urip mulyo...
masio nang ndeso koe yo biso
Yen pingin, pingin, pingin urip rejo...
nang bojonegoro koe yo biso

mulo....ndang balio
ilingo aku isih tetep tresno...
Yen pingin, pingin, pingin urip mulyo...
masio nang ndeso koe yo biso
Yen pingin, pingin, pingin urip rejo...
nang bojonegoro koe yo biso

mulo....ndang balio
ilingo aku isih tetep tresno...

Related Posts:

Lyrik lagu, Mp3 & Video Klip Treteg ( Jembatan ) Kali Kethek

Jembatan Kali kethek atau biasa disebut Treteg Kali kethek merupakan jembatan bersejarah yang berada di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jembatan yang dibangun pada masa penjajahan kolonial Belanda dengan panjang kurang lebih 111 meter dan dipakai sebagai sarana transportasi kendaraan roda dua, roda empat dan juga Kereta api ( sepur ) dimana saat itu jalur kereta api jurusan Bojonegoro - Jatirogo masih aktif, dan saat ini jembatan sudah tidak dipakai karena sudah dibangun jembatan penggantinya ( treteg kali kethek versi baru ) dengan letak disebelahnya namun ditengahnya sudah tidak ada rel kereta apinya.
    Jembatan kali kethek versi lama sekarang sudah terlihat sangat usang dengan kondisi besi baja sudah banyak berbalut karat, jembatan ini  banyak dipakai aktifitas beberapa warga sebagai tempat mancing ikan atau sering juga dipakai hunting model oleh fotografer- fotografer lokal Bojonegoro
Untuk mengenang sejarah akan keberadaannya Treteg Kali kethek, Kang Yoto menciptakan sebuah lagu yang berjudul " Treteg Kali Kethek " dengan lyrik lagu sebagai berikut :

Lk : Sore-sore neng treteg kali kethek,
Lk : Ngenteni dik tekane sliramu..
Pr : Neng kene mas neng kene dek biyen
Duet: Awake dewe biyen ketemu..
Lk : Angine sumilir asrep,
Lk : Banyune, banyune bening..
Pr : Bengawan solo dadi saksi
Duet: Katresnanan ono neng ati..
Lk : Sore-sore, srengengene isih sumringah
Lk : Atiku waduh tambah bungah
Lk : Sore=sore, kembang peleme katon mesem
Lk : Poro konco, podo mulih mergawe..
Duet: Sore-sore, bengawan solone
Lk : Anglerap lerap, nyenengne ati..
Duet: Wis wayahe, bocah-bocah budhal ngaji..
reff :
kembali ke atas..sore sore neng…
Lk : Sore-sore, srengengene isih sumringah
Lk : Atiku waduh tambah bungah
Lk : Sore=sore, kembang peleme katon mesem
Lk : Poro konco, podo mulih mergawe..
Duet: Sore-sore, bengawan solone
Lk : Anglerap lerap, nyenengne ati..
Duet: Wis wayahe, bocah-bocah budhal ngaji..
Duet: Wis wayahe, bocah-bocah budhal ngaji..

Lagu tersebut dibawakan oleh vokalis yang cukup terkenal yaitu Cak Dikin & Mbak Ani Tiara dengan format duet.
anda bisa lihat video klipnya dibawah ini :
bagaimana ....enak khan lagunya....?
tereteg kali kethek sendiri juga pernah menjadi tempat penelusuran jejak- jejak misteri dalam acara Mister Tukul jalan- jalan di Bojonegoro Versi Trans7

#Jembatan
#kalikethek
#Cakdikin
#Bojonegoro
#Campursari


Related Posts:

Lyrik lagu, Mp3 dan Video klip Waduk Pacal Bojonegoro

Selain Alun- alun Bojonegoro salah satu destinasi lain di wilayah Bojonegoro adalah Waduk Pacal, waduk pacal merupakan waduk bersejarah peninggalan zaman kolonial Belanda. Waduk Pacal berada di 40 km an dari Kota Bojonegoro, seperti halnya Kedung Maor , Khayangan Api & Negeri atas Angin, Waduk Pacal  juga berada dibagian selatan wilayah Bojonegoro, provinsi Jawa Timur, Indonesia. Waduk Pacal merupakan bangunan peninggalan Belanda yang di bangun sejak 1924 dan diresmikan pada tahun 1933. Termasuk salah satu bangunan bersejarah berukuran raksasa yang masih berfungsi hingga sampai saat ini. Berada di pingir jalan raya Bojonegoro - Nganjuk, Waduk Pacal yang berada di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini, mampu menjadi andalan petani di beberapa wilayah Kecamatan di antaranya Kecamatan Temayang, Kecamatan Sukosewu, Kecamatan Kapas, Kecamatan Balen, Kecamatan Sumberejo, Kecamatan Kanor, Kecamatan Baureno, Kecamatan Kepohbaru, Kecamatan Kedungadem, dan Kecamatan Sugihwaras

agar selalu teringat dengan Waduk pacal, Kang Yoto menciptakan lagu tentang waduk pacal, dibawah ini adalah lyrik lagunya

Waduk Pacal (Karya Kang Yoto)
~ ~ ~
Diantara dua gunung engkau terbentang
Nuansa pucuk-pucuk ilalang,bergoyang-goyang
Diantara pohon jati angin sepoi-sepoi
Waduk Pacal harapan hidup,para petani

**Disini,di Waduk Pacal
Kita berjanji setia,sehidup semati
Disini,di Waduk Pacal
Kita kan datang lagi
Dengan anak dan cinta sehati

Back to reff**
- - - -
dan berikut adalah video klip lagu Waduk pacal yang dinyanyikan sendiri oleh Kang Yoto Bupati Bojonegoro
Perjalanan menuju lokasi waduk pacal juga memiliki daya tarik tersendiri. Jalanan menyusuri belahan hutan jati dan tebing-tebing yang banyak digunakan sebagai ladang masayarakat sekitar terlihat sangat menyejukkan mata .Jalan utama menuju Waduk Pacal terbilang cukup bagus, karena merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Nganjuk. Dari Kabupaten Nganjuk kira-kira 30 km ke arah utara ( lebih dekat dari Nganjuk daripada Bojonegoro ) Di sepanjang perjalanan kita bisa menikmati keindahan khas hutan jati di areal Pegunungan Kendeng.Saat musim hujan debit air yang melimpah laksana danau yang amat luasnya, apalalagi di selatan waduk ada semacam 'pulau' kecil yang sunggguh menantang untuk disinggahi sejenak bagi para petualang. Begitu melimpahnya air bahkan sampai menembus bawah Jembatan Kedungjati yang juga tak kalah eloknya. Dari Jembatan Kedungjati ini kita bisa menikmati keindahan Waduk Pacal. Apalagi saat matahari terbenam, sungguh luar biasa. Saat musim kemarau, sekitar waduk berubah fungsi menjadi ladang dan perkebunan bagi masayarakat setempat.

Related Posts:

Lyrik lagu, Mp3 dan Video klip Alun- alun Bojonegoro

Sudah pernah berkunjung ke alun-alun Bojonegoro belum...?
Alun- alun Bojonegoro merupakan salah satu diantara beberapa destinasi di wilayah Bojonegoro, Alun- alun Bojonegoro terletak di pusat kota Bojonegoro yakni depan Kantor Pemkab Bojonegoro, tempat ini cukup sejuk dan asri, cocok sekali untuk santai dan refreshing kecil- kecilan atau istilah kekiniannya ngetrip tipis-tipis 

Gambar diatas merupakan salah satu bagian dari alun- alun bojonegoro. asri bukan...?
Bicara asoal alun- alun Bojonegoro, alun- alun Bojonegoro sendiri juga dikemas dalam suatu lagu Daerah berupa tembang campursari yang terdengar sangat merdu,  dimana  lagu tersebut diciptakan spesial oleh Kang Yoto,yakni  Bapak Bupati Bojonegoro sendiri.
Lyrik lagu alun - alun Bojonegoro adalah sebagai berikut :

Alun alun bojonegoro

Ning ngarepe pendopo

Sepisanan ketemu sliramu

Njur kesengsem atiku



Saiki aku ora ngerti

Kowe ono ning ngendi

Opo to kowe pancen lali

Janjimu tak ugemi



Jare ning kalitidu

Wis suwe kangen ra ketemu

Jare ning sumberrejo

Seprene kowe karo sopo



Ning alun alun bojonegoro

Kelingan mbiyen nate janji

Ilingo eling bojonegoro

Jamane saiki wis matoh



===== Musik =====



Alun alun bojonegoro

Ning ngarepe pendopo

Sepisanan ketemu sliramu

Njur kesengsem atiku



Saiki aku ora ngerti

Kowe ono ning ngendi

Opo to kowe pancen lali

Janjimu tak ugemi



Jare ning kalitidu

Wis suwe kangen ra ketemu

Jare ning sumberrejo

Seprene kowe karo sopo



Ning alun alun bojonegoro

Kelingan mbiyen nate janji

Ilingo eling bojonegoro

Jamane saiki wis matoh
Jika anda ingin melihat video klipya bisa dilihat dibawah..

selain alun - alun Bojonegoro, Kang Yoto juga menciptakan puluhan lagu lain seputar Bojonegoro, diantaranya : Bojonegoro matoh, Terminal Rajekwesi, waduk pacal, treteg kali kethek dll.....

Related Posts:

Bedanya Prataan ( nganget ) Parengan yang dulu dan yang sekarang

Pemandian Air Hangat Prataan yang terletak di Parengan Tuban Jawa timur sekarang sudah semakin menjadi lebih baik dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. ( baca disini )  sudah kita ketahui Prataan merupakan salah satu destinasi alam yang menyajikan Indahnya panorama Alam dan sumber mata air panas yang terletak di Wilayah Kabupaten Tuban. Orang orang sekitar sering menyebutnya Nganget Prataan, ada juga yang menyebut Nganget Parengan,  Nganget = Mata air Hangat/ panas. Parengan = Lokasinya terletak di Wilayah Kecamatan Parengan. karena di Tuban masih banyak nganget lain seperti Nganget Singgahan & Nganget Kenduruan/ Bangilan.
      Perataan sendiri dulu terkesan agak kurang terawat tapi sekarang bisa anda bedakan, banyak sekali perubahannya, seperti warung/ kiosnya yang dulu terlihat seperti gambar dibawah


Sekarang sudah berupah seperti ini


selain itu kalau dahulu hanya bisa berendam di bak- bak mandi dalam ruangan ( untuk air panas ) sekarang sudah ada Kolam bebasnya untuk versi air panas, jadi sekarang ada kolam air dingin dan ada juga kolam air panasnya tinggal dipilih...dipilih.....

kolam air panas
kolam air dingin
dan ditambah lagi beberapa wahana.....
wis toh...pokoke joss saiki
ojo lali rutene
http://www.wongjonegoro.com/2013/12/wisata-nganget-parengan-tuban.html

Related Posts:

Selamat mudik dan hati- hati dijalan, berdo'alah saat melewati jalur tengkorak

Pulang Kampung
Tradisi pulang kampung sampai saat ini masih menjadi fenomena tahunan yang tetap berjalan dan terlihat sangat dilestarikan, pulang kampung alias Mudik merupakan sarana silaturrahmi face to face yang nyata. tak heran jika mendekati hari raya idul fitri seluruh angkutan transportasi sudah penuh penumpang, baik bus antar propinsi, Kereta Api, Pesawat dan beberapa angkutan transportasi lain.
sumber www.kochiefrog.com
             Dipulau Jawa sendiri jalur transportasi baik jalur utara ( pantura ) maupun jalur selatan jika mendekati hari raya sudah pasti padat merayap alias macet, bahkan terkadang banyak Mudiker- mudiker yang rela memilih menggunakan alat transportasi roda dua ( motor ) dengan alasan dan pertimbangan lebih mudah untuk menerobos jalur macet, walaupun cuaca panas maupun hujan cukup menjadikan kendala.
           Bagi saya selaku  wong kampung yang tidak dalam perantauan hanya bisa mendo'akan semoga para saudara- saudara yang sedang OTW mudik tetap dalam keadaan selamat dan selalu mendapat lindungan NYA. amin...dan tak lupa menghimbau untuk selalu menaati rambu- rambu lalu lintas, karena rambu- rambu lalu lintas bukan hanya dekorasi jalan semata, namun sebuah petunjuk jalan keselamatan. Jika ada lampu merah saatnya berhenti, berhentilah...jika ada rambu kurangi kecepatan, kurangilah kecepatan anda, jika ada rambu jalur tengkorak, maka waspada dan berhati- hatilah.

Hati- Hati di Jalan
   Seperti yang terlihat dan sering terjadi di dekat desa tempat tinggal saya, tepatnya jalur arah BOJONEGORO- PADANGAN atau sering disebut juga BOJONEGORO- CEPU dan ada yang menyebut BOJONEGORO - NGAWI ,

Pada kilometer entah berapa yakni mulai dari Jembatan Ngringin rejo sampai dengan Pertigaan Kalitidu terpampang rambu bertuliskan Jalur Tengkorak, alasan pemasangan rambu tersebut karena hampir setiap bulan  selalu ada kecelakaan yang  rata-rata menelan korban jiwa.



Konsentrasi
Saat melintasi jalur Tengkorak dimohon untuk para pemudik selalu  waspada dan berhati- hati, terlebih jika anda berkendara sambil membaca do'a- do'a itu malah lebih disarankan. Selama bulan ramadhan tahun ini saja entah sudah berapa kali terjadi kecelakaan di jalur tersebut.
Saking seringnya terjadi kecelakaan dilokasi tersebut tidak sedikit masyarakat yang penasaran mengapa bisa demikian,..?   dan penyelidikan secara supranaturalpun dilakukan.
Berdo'alah
Ahli supranatural Bojonegoro yang biasa mengisi acara JIMAT , yaitu sebuah acara misteri yang di siarkan dari radio Istana FM Bojonegoro setiap malam jum'at, MBAH JO menerangkan bahwasaya jalur mulai jembatan Ngringin rejo ke barat sampai perempatan Ngujo memang terlihat rata dan halus, namun dialam lain jalan tersebut memiliki beberapa gundukan, yaitu ada 5 gundukan , hingga bisa mengakibatkan kendaraan terkadang mengalami goyangan layaknya pada jalan yang bergelombang. dan mbah JO sendiri menambahkan bahwasanya jalur tersebut juga merupakan jalur lalu lintasnya para makhluk halus.

Anda percaya....atau tidak, itu terserah anda sekalian
Wallohu a'lam.
silahkan komentar dibawah
#Ngringinrejo
#Ngujo
#Pungpungan
#Kalitidu
#Bojonegoro
#Jalurtengkorak
#Korban
#Lakalantas

Related Posts: