Akeh LONDO ning Bojonegoro karyawan toko sedikit banyak harus bisa Bahasa Inggris

Siang kemarin waktu belanja di salah satu mini market di Kota BOjonegoro, saya melihat ada seseorang masuk dengan postur tubuh gede tidak standar Wong Jonegoro, berambut pirang, berhidung mancung, berkulit putih ( kata kakek nenek kita dulu disebut Wong Londo ), dia terus berkeliling menyusuri lorong- lorong mini market, nampak dari raut wajahnya dia sedang mencari sesuatu. Namun nampaknya yang ia cari belum tertemukan, ujung- ujungnya  dia menghampiri salah satu karyawan mini market tersebut, saya dengar orang tadi sebut saja sibule  mengatakan " Bread " pada sang karyawan. lantas karyawan tersebut dengan cekatan langsung mencarikan apa yang di cari sibule..., persis sama sibule tadi, sang karyawanpun muter- muter dari lorong ke lorong sambil di ikuti si bule dari belakangnya, tampak si Karyawan berputar sambil bergumam kecil, bread...bread...bread...untuk mengingat-ingat agar sang karyawan tidak lupa dengan apa yang di cari sibule.
Setelah muter muter lama karna tidak kunjung ketemu, sang karyawan menghampiri teman satunya, dan bilang " Bread " kui opo bro....? sementara sang bule tetap membuntuti karyawan tersebut bak anak kecil yang mau dijanjikan akan dibelikan orang tuanya sebuah mainan.
" Bread " kui roti bro....( terang karyawan satunya )
oaaalah......si bule pun manggut-manggu sambil bilang, yess...bread...
kemudian sang karyawanpun bilang sama si bule....bread ZERO, hahahaha...sambil mengibaskan tangannya sebagai pertanda ROTI habis.
Sibule pun manggut manggut untuk ntah keberapa kalinya, sambil bilang- ok..dan segera keluar dari mini market tersebut.
Melihat cuplikan kisah diatas sudah dapat kita simpulkan, bahwasanya Karyawan mini market sudah waktunya untuk menghafal barang- barang yang dijual menggunakan bahasa Inggris, mungkin tidak begitu susah, karena setiap produk dari dulu biasaya juga sudah ada tulisan versi inggrisnya, semisal mie instan bawahnya juga ada tulisannya instant noodles, dan seterusnya.
apalagi di Bojonegoro sudah mulai banyak Warga Negara Asing ( Wong londo ), seperti yang terlihat disekitaran Aston Hotel maupun Joglo Hotel yang rata-rata mereka adalah para pekerja perusahaan berskala International seperti exxon mobile ataupun petro china.

Related Posts: