Pesona Jutaan Ikan Keramat Di Goa Ngerong Rengel Tuban

Berbeda dengan Goa Akbar atau goa- goa lain yang ada di Tuban Gua yang ada di Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban ini tidak menyuguhkan keindahan dari perpaduan antara gua dan sungai yang sungguh menarik, Di Gua Ngerong ini, terdapat jutaan kelelawar yang hidup di dalamnya, sementara sungai yang mengalir di dalam guanya juga punya jutaan ikan.
Untuk dapat menikmati wisata ini cukuplah  murah, sebab tarif masuknya hanya Rp3.000 per orangnya untuk dewasa dan Rp. 2.000 untuk anak- anak

 Gua Ngerong di Rengel Tuban ini memilikii daya tarik berbeda dari gua lainnya, di gua ini ada ribuan dan bahkan mungkin jutaan kelelawar yang banyak bergelantung bebas di dinding-dinding gua. Tidak hanya kelelawar, di sungai yang mengalir di dalam gua juga banyak dihuni ikan keramat yang jumlahnya jutaan. Tak hanya itu, sering juga di sungai ini muncul bulus (kura-kura) yang berkerumun di dekat ikan-ikan. Anda juga tak perlu takut kelaparan di lokasi wisata ini, karena ada banyak warung yang menjual aneka makanan serta minuman ringan. Ada juga penjual  isi buah kapuk (jawa: KLENTHENG ) yang menjadi makanan ikan yang dijual dengan harga Rp1.000. Anda dapat membelinya untuk memberi makan ikan dan menyaksikan mereka saling berebut makan

Konon, ikan-ikan yang ada di kolam ini tak boleh diambil. Jika ada orang yang berani untuk mengambil ikan ini, maka dipercayai mereka akan mendapatkan musibah. Diceritakan, pernah suatu saat, ada yang mengambil ikan di tempat ini kemudian membawanya pulang kemudian memasaknya. Dan, ternyata musibah benar-benar menimpanya hingga dia pun akhirnya mengembalikan ikan yang telah tinggal tulang tersebut. Saat sudah dikembalikan ke sungai, ajaibnya ikan yang sudah tinggal tulang itu hidup lagi. Hingga sekarang ikan yang hanya tinggal tulang tersebut terkadang masih terlihat berenang di antara ikan-ikan lainnya
 Video lainnya

Dari salah satu Legenda awal mula seputar Goa Ngerong di mulai dari bagian cikal bakal terbentuknya Kadipaten Tuban di masa kerajaan dulu, kepahlawanan tokoh Kembangjoyo yang sakti mandraguna hingga cerita tentang kecantikan putri Ngerong yang elok rupawan. Ada kisah yang beredar di kalangan warga sekitar, sang putri yang konon bertapa di dalam Goa Ngerong hingga lampus (raganya menghilang) tetapi masih kerap terdengar suaranya dan kerap muncul di tengah kesibukan orang nyekar. Sang putri tersebut digambarkan mengenakan kebaya dengan selendang di bahunya sambil membawa tas belanjaan khas orang dusun.
Menurut legenda masyarakat setempat, ikan dan kura-kura yang berjumlah ribuan merupakan jelmaan bidadari dan Senopati Kerajaan Gumenggeng yang dikutuk Dewa karena membuat kesalahan. Ledakan pengunjung biasanya terjadi pada hari Jumat Pahing. Di mana pada hari pasaran Jawa itu, orang berdatangan untuk nyekar atau sekadar membasuh muka dengan air Kali Ngerong. Para pengunjung percaya kalau sumber mata air dari Goa Ngerong punya tuah dan diyakini mampu merangsang usaha, jodoh atau hal lainnya yang berkaitan dengan kepentingan duniawi.
Sumber mata air yang keluar dari dalam gua selain sebagai daya tarik bagi wisatawan, juga dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi dan mencuci. Inilah salah satgu bukti bahwa kenyataan dan mitos dapat berdampingan dengan baik asal kita tidak berbuat macam-macam.

WaAllohu a'lam .............


Related Posts: